Senin, 10 Juni 2013

BERAGAM KESALAHAN FOTOGRAFER PEMULA

Pada zaman kamera masih memakai film dan belum menggunakan rangkaian pembantu elektronik, untuk bisa memotret dengan baik, diperlukan pemahaman teori fotografi yang matang. Secara umum, teori fotografi ini melingkupi cara kerja rana dan diafragma pada kamera, pemahaman akan panjang fokal lensa, pemahaman akan kepekaan rekam film serta pemahaman akan komposisi.
Pada era digital, sebagian besar teori fotografi sudah diambil alih “komputer” pada kamera. Namun, pada era digital pula makin banyak kesalahan baru yang timbul. Kesalahan-kesalahan baru ini timbul karena realitas elektronik dan digital yang juga barang baru di muka bumi ini.
Perusahaan Panasonic telah melakukan survei atas kesalahan-kesalahan pemula yang hasilnya sebagai berikut:
·         Kesalahan tertinggi pada pemakai kamera digital, yaitu sampai 35,2 persen, adalah baterai habis. Kamera digital memang hanya bekerja kalau ada baterai di dalamnya. Maka, kamera digital yang laris umumnya punya baterai yang awet, minimal bisa untuk 500 kali pemotretan.
·         Kesalahan pemula yang menduduki peringkat kedua adalah gambar kabur akibat kamera bergoyang saat digunakan, yaitu mencapai 29,3 persen. Goncangan kamera alias camera shake memang kesalahan pemakai. Namun, kamera yang baik akan meminimalkan hal ini dengan bentuknya yang ergonomis dan kecepatan rana yang lebih tinggi. Gambar kabur akibat goyangan subyek yang difoto juga mendominasi hasil survei, yaitu dengan 22,7 persen. Kesalahan ini adalah akibat pemakai salah memperkirakan kecepatan rananya.
Untuk dua kesalahan tersebut, perusahaan Panasonic telah mengatasinya dengan fasilitas ISO otomatis dalam kamera-kamera terbaru mereka. Dengan fasilitas ini, sebuah kamera akan menaikkan setelan ISO kalau mendeteksi kemungkinan adanya goyangan. Dengan naiknya ISO, otomatis kecepatan rana ikut naik.
Time lag
            Kesalahan pemula yang persentasenya menduduki nomor tiga adalah terlambatnya memotret adegan akibat kelambatan sang kamera bereaksi. Hal ini lazim disebut time lag, yaitu jeda antara saat rana ditekan dan saat kamera bereaksi. Mungkin time lag adalah masa lalu karena saat ini kamera yang beredar umumnya sudah punya reaksi cepat. Kesalahan yang juga cukup tinggi terjadinya, dengan persentase 16,8 persen, adalah salah fokus. Kesalahan ini umumnya menyangkut focusing pit alias fokus lari ke bidang nun jauh di sana. Oleh Panasonic, kesalahan ini dieliminasi lewat kemampuan kamera mencari fokus ke wajah manusia terdekat alias fasilitas face detection. Kesalahan-kesalahan lain hasil survei adalah foto terlalu gelap (19,3 persen), memori penuh (16,5 persen), foto terlalu terang (12,2 persen), salah white balance (6,8 persen), salah penyetelan piksel (10 persen), salah kecepatan rana (5,4 persen), dan salah ISO (3,7 persen).
Di masa mendatang, kalau semua kesalahan sudah bisa diatasi, mungkin siapa pun bisa menghasilkan foto yang bagus secara teknik. Namun, kembali ke realita bahwa foto bukanlah matematika, foto bagus atau foto buruk secara isi akan terjadi karena faktor ini tidak bisa digantikan komputer seperti apa pun. Fotografi memang sudah menjadi realita kehidupan modern, bukan lagi hobi atau profesi semata. (Arbain Rambey/Kompas).

TEKNIK DASAR FOTOGRAFI
Teknik-teknik dasar pemotretan adalah suatu hal yang harus dikuasai agar dapat menghasilkan foto yang baik. Kriteria foto yang baik sebenarnya berbeda-beda bagi setiap orang, namun ada sebuah kesamaan pendapat yang dapat dijadikan acuan. Foto yang baik memiliki ketajaman gambar (fokus) dan pencahayaan (eksposure) yang tepat.

A. FOKUS
Focusing ialah kegiatan mengatur ketajaman objek foto, dilakukan dengan memutar ring fokus pada lensa sehingga terlihat pada jendela bidik objek yang semula kurang jelas menjadi jelas (fokus). Foto dikatakan fokus bila objek terlihat tajam/jelas dan memiliki garis-garis yang tegas (tidak kabur). Pada ring fokus, terdapat angka-angka yang menunjukkan jarak (dalam meter atau feet) objek dengan lensa.

B. EKSPOSURE
Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam melakukan pemotretan adalah unsur pencahayaan. Pencahayaan adalah proses dicahayainya film yang ada dikamera. Dalam hal ini, cahaya yang diterima objek harus cukup sehingga dapat terekam dalam film. Proses pencahayaan (exposure) menyangkut perpaduan beberapa hal, yaitu besarnya bukaan diafragma, kecepatan rana dan kepekaan film (ISO). Ketiga hal tersebut menentukan keberhasilan fotografer dalam mendapatkan film yang tercahayai normal, yaitu cahaya yang masuk ke film sesuai dengan yang dibutuhkan objek, tidak kelebihan cahaya (over exposed) atau kekurangan cahaya (under exposed).

C. Bukaan Diafragma (apperture)
Diafragma berfungsi sebagai jendela pada lensa yang mengendalikan sedikit atau banyaknya cahaya melewati lensa. Ukuran besar bukaan diafragma dilambangkan dengan f/angka. Angka-angka ini tertera pada lensa : 1,4 ; 2 ; 2,8 ; 4 ; 5,6 ; 8 ; 11 ; 16 ; 22 ; dst. Penulisan diafragma ialah f/1,4 atau f/22. Angka-angka tersebut menunjukkan besar kecilnya bukaan diafragma pada lensa. Bukaan diafragma digunakan untuk menentukan intensitas cahaya yang masuk. Hubungan antara angka dengan bukaan diafragma ialah berbanding terbalik."Semakin besar f/angka, semakin kecil bukaan diafragma, sehingga cahaya yang masuk semakin sedikit. Sebaliknya, semakin kecil f/angka semakin lebar bukaan diafragmanya sehingga cahaya yang masuk semakin banyak."

D. Kecepatan Rana (shutter speed)
Kecepatan rana ialah cepat atau lambatnya rana bekerja membuka lalu menutup kembali. Shutter speed mengendalikan lama cahaya mengenai film. Cara kerja rana seperti jendela. Rana berada di depan bidang film dan selalu tertutup jika shutter release tidak ditekan, untuk melindungi bidang film dari cahaya. Saat shutter release ditekan, maka rana aka membuka dan menutup kembali sehingga cahaya dapat masuk dan menyinari film. Ukuran kecepatan rana dihitung dalam satuan per detik, yaitu: 1 ; 2 ; 4 ; 8 ; 15 ; 30 ; 60 ; 125 ; 250 ; 500 ; 1000 ; 2000 ; dan B. .Angka 1 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/1 detik. Angka 2000 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/2000 detik, dst. B (Bulb) berarti kecepatan tanpa batas waktu (rana membuka selama shutter release ditekan). Hubungan antara angka dengan kecepatan rana membuka menutup ialah berbanding lurus. "Semakin besar angkanya berarti semakin cepat rana membuka dan menutup, maka semakin sedikit cahaya yang masuk. Semakin kecil angkanya, berarti semakin lambat rana membuka dan menutup, maka semakin banyak cahaya yang masuk"

E. Kepekaan Film (ISO)
Makin kecil satuan film (semakin rendah ISO), maka film kurang peka cahaya sehingga makin banyak cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut, sebaliknya semakin tinggi ISO maka film semakin peka cahaya sehingga makin sedikit cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut. Misal, ASA 100 lebih banyak membutuhkan cahaya daripada ASA 400.
LENSA
Mengenai Lensa
Sepertinya beberapa anggota FD banyak yang suka fotografi, dan juga memiliki kameraSLR. Saya ingin berbagi juga tips dan FAQs mengenai lensa SLR.Untuk para pemula, atau mungkin siapa saja yang ingin tahu sebuah lensa secara lebihmendetail, mengenai jenis kacanya, kodenya, teknologinya, dsb. Saya disini akanmencoba menjabarkan (dengan sebaik-baiknya dari kemampuan saya), untuk memberikan pengertian yang lebih dan mudah untuk anda.Sebuah lensa itu tidak mudah di buat, terdapat unsur matematis yang harus tepat danakurat, jenis kaca, jenis lapisan pelindung (coating), jenis motor, dan lainnya.Apalagi bagi kita yang masih tergolong pemula, mungkin kita akan bingung apabila suatusaat kita akan membeli sebuah lensa, atau akan menjual lensa milik kita. Apa aja sih yang perlu kita ketahui? Ya itu terserah anda, sah-sah aja sebenarnya anda tidak tahu apa2mengenai lensa anda, yang penting anda senang memakainya, tapi – apakah itu “baik”?Ya relatif, menurut saya sih ada baiknya mengenal lensa anda sedikit banyak.Ada suatu kutipan, “Knowing your lenses means knowing photography”. Dan ya,menurut saya kalimat itu tepat sekali, dengan mengenal lensa anda, anda bisa tau sampaidimana batas keunggulan lensa anda, dan kekurangannya, sehingga anda dapatmemaximalkan kegunaan lensa anda dalam mengambil sebuah gambar. (Yah kalau andamau memaximalkan dengan cara lain – buat ganjalan pintu misalnya – itu juga terserah anda, hehe, whatever makes you happy!)Langsung saja kita menuju pokok pembahasan.

·         FOCAL LENGTH
Atau sering kita sebut FL (singkatannya). Focal length adalah satuan ukuran sebuah lensadimana ukuran tersebut ditentukan daripada panjang – pendeknya jangkauan sebuahlensa..Sedikit koreksi. Focal length itu adalah jarak nodal point dengan focal planenya. Ataukalau dibayangin adalah jarak titik api dengan film/sensornya.Focal length tidak bergantung pada formatnya, tetapi memiliki implikasi sudut pandangyang berubah-ubah sesuai sensornya. Memang lebih mudah menulis FL dalam mmdaripada AoV dalam derajat atau radian. Karenanya Anders Uschold mengatakan bahwamenggunakan FL untuk illustrasi AoV adalah salah kaprah yang keterusan, padahalinformasi yang hendak disampaikan adalah sudut pandang (AoV)Illustrasinya adalah menggambarkan sudut yang dibentuk oleh kaki-kaki segitigasamakaki, tetapi illustrasinya menggunakan tinggi segitiga tersebut.Dan ini biasanya tertera di lensa tersebut, dengan ukuran millimeter (mm). Focal length juga dapat dibagi menjadi dua type, FIX dan ZOOM. Dua type tersebut juga tentunyamembedakan jenis sebuah lensa. Sebuah lensa zoom, tentunya bisa “maju mundur”,mendekatkan pandangan anda pada sebuah objek, atau menjauhkan pandangan anda darisebuah objek untuk mendapatkan gambar yang lebih luas. Contoh: 18-55mm adalahsebuah lensa zoom. Dia dapat mengambil gambar dari jarak 18mm sampai dengan 55mm(artinya bisa 19, 20, 21, 22, dst s/d 55). Fix atau sering juga di sebut PRIME LENS,adalah sebuah lensa dengan ukuran “mati”. Artinya dia tidak dapat maju mundur, danhanya bisa mengambil foto dengan jarak tersebut. Contoh: 50mm adalah sebuah lensa fix,dan hanya dapat mengambil foto pada jarak 50mm. Apabila anda ingin mengambilgambar yang lebih luas dan menjauhkan diri dari objek, atau ingin mengambil gambar lebih dekat – maka kaki andalah yang harus bergerak – bukan lensa anda. Sebuah focallength juga dapat juga mengartikan angle of view (sudut pandang) sebuah lensa.Contohnya: 12mm mempunyai angle of view 122 derajat, dan 50mm mempunyai angleof view 46.8 derajat.
·         APERTURE
Aperture adalah sebuah ukuran BUKAAN lensa. Atau sering disebut dengan rana. Dankodenya adalah F. Jujur saja, saya tidak tau kenapa namanya F, kenapa tidak X, Y, Z,hehehe. Anyway, F juga biasanya tertera pada lensa dan berguna untuk berbagai hal,antaranya adalah untuk jalur masuk cahaya (semakin besar sebuah F semakin banyak cahaya yang masuk), untuk DOF (Depth of Field – akan dibahas nanti), dan menentukanshutter speed anda – berhubung semakin banyak sinar yang masuk, semakin cepat shutter speed yang anda bisa dapatkan untuk menghindari shake / blur, dan semakin kecil angkasebuah F, maka semakin besarlah bukaan lensanya. F ini dapat membesar (sampai padaukuran maximumnya) dan (mengecil sampai pada ukuran minimum). Semakin kecilangka sebuah F, artinya semakin besar bukaannya. Misalnya, sebuah lensa dengan F/1.4mempunyai bukaan yang jauh lebih besar daripada sebuah lensa dengan F/3.5. Sebuahlensa zoom juga bisa mempunyai bukaan (F) yang berbeda pada ukuran zoom yang berbeda. Misalnya: 18-55mm F/4-5.6. Apa artinya ini? Artinya, pada focal length 18mm,maka bukaan lensa tersebut maximum dapat mencapat 4. Dan pada focal length 55mm,hanya dapat mencapai angka 5.6 (lebih kecil). Anda sendiri pun, dapat mengeset F andasesuka hati, namun tetap terpaut pada angka maximum lensa tersebut – lensa F/4 tidak akan pernah bisa anda set ke 1.4 misalnya, atau 2, atau berapapun yang lebih kecilangkanya daripada 4. Dan angka minimum biasanya sampai dengan F/22. Lebih kecildaripada F/22 maka bukaan (lubang cahaya) pada lensa tersebut sudah hampir tertutupdan sudah tidak berguna untuk meneruskan cahaya ke sensor.Contoh mudahnya ya seperti pupil di mata anda – yang dapat membesar dan mengecilmenyesuaikan dengan cahaya yang ada.

·         DEPTH OF FIELD (DOF)
DOF adalah “kedalaman” sebuah pandangan lensa. DOF juga di tentukan oleh Aperture,atau si F tersebut. Sebuah F/1.4 mempunyai kedalaman pandang yang lebih sempit,dibandingkan F/4. Artinya, apabila anda mengambil sebuah foto yang berisi 2 manusia dan satu berdiri di depan dan satu di belakangnya dan anda focus pada orang yang didepan, pada F/1.4 kemungkinan besar orang yang di depan (yang anda focus) akanterlihat jelas dan tajam, namun orang dibelakangnya akan menjadi semu / buram / blur.Ini bukan gangguan pada lensa atau kamera anda, tapi ini adalah kedalaman pandanglensa anda. Apabila anda mengeset pada F/4, dan focus pada orang yang sama, makakedua orang tersebut – yang depan dan belakang – kemungkinan besar akan terlihat jelasdan sama tajamnya. Itulah sebabnya apabila foto portrait sendiri, banyak orang akanmencari lensa dengan F yang besar (angka F yang kecil), untuk menghilangkan segala bentuk “distraksi” atau gangguan yang dapat menghalangi isolasi sebuah objek.Sedangkan untuk foto pemandangan dimana orang ingin mendapatkan setiap detail –  biasanya akan di set pada F/8 sampai F/11.

·         PERSPEKTIF
Tergantung pada focal length lensa anda, background (latar belakang) sebuah objek dapatterlihat dekat atau lebih jauh. Visual efek tersebut dapat dinamakan “perspektif”. Denganfocal length yang kecil (lebih wide angle), background objek anda anda terlihat lebih jauh, daripada sebuah lensa dengan focal length yang lebih besar.

·         MACRO
Macro adalah jenis lensa yang dapat focus pada sebuah objek dengan sangat dekat, dan biasanya mempunyai kemampuan pembesaran sebuah objek dengan sangat mendetail.Macro ini biasanya juga terbagi menjadi 1:1 (true macro) yang dapat mendapatkan detailsecara 1:1, dan 1:2 (walaupun termasuk lensa macro – banyak orang menyebutnya bukanTRUE macro). Biasanya lensa macro ini digunakan untuk mengambil gambar serangga, bunga, dan benda2 kecil lainnya.

·         FISH EYE
Sebuah jenis lensa yang dapat mengambil gambar dengan angle of view 180 derajat, danmenghasilkan gambar yang agak “spherical” atau cembung. Maka dinamakan lensa mataikan (entah karena bentuk lensanya yang seperti mata ikan – atau gambar yang dihasilkanseperti pandangan seekor ikan). Lensa ini adalah lensa exotis, biasanya tidak dapatdigunakan dalam keseharian kita (jarang lah).

·         ASPHERICAL LENS
Aspherical lens ini bukan lensa biasa, lensa ini cenderung lebih baik kualitasnya, dantetap mempunyai ukuran yang relatif kecil, sehingga dapat mengurangi ukurankeseluruhan sebuah lensa. Dan biasanya, lensa aspherical dapat melebarkan sudut pandang sebuah lensa dengan tetap menjaga ukuran, meningkatkan kualitas dan jugamengungari efek negatif sebuah lensa.

·         JENIS ELEMEN LENSA
Lensa juga terbagi dalam jenis elemen yang berbeda beda pula. Dan ada tingkatannya,tentunya semakin baik tingkatan sebuah elemen, semakin baik pula penangkapangambarnya. Selain elemen lensa “biasa”, ada elemen yang setidaknya diatasnya, dan biasanya sebutannya berbeda untuk setiap produsen lensa yang berbeda pula. Tapikiranya dapat di sebut LD / ED yang artinya Low Dispersion, atau Extra-Low Dispersion. Yang mempunyai kemampuan untuk menghasilkan warna, ketajaman, tingkat purplefringing, dan chromatic aberrations yang lebih baik. Setingkat diatasnya biasanya di sebut SLD / SED yang artinya Super Low Dispersion atau Super Extra-Low Dispersion.Tentunya lensa yang mengandung elemen tersebut lebih mahal daripada lensa yang hanya berisi elemen “biasa”. Namun bukan berart sebuah lensa tanpa elemen tersebut itu jelek lho…
·         STABILIZER
Lensa juga mempunyai stabilizer yang dapat mengurangi blur apabila terjadi goyang /getar, atau shake. Sehingga anda dapat lebih nyaman mengambil gambar tanpa terlalukhawatir apabila anda mengambil foto dimana anda kurang seimbang, atau gemetarankarena gugup mungkin? Hehehe, dan juga membantu saat slow-shutter speed dimanageteran adalah suatu hal yang rawan membuat gambar blur. Stabilizer ini tidak bisadipastikan bekerja 100%, tapi memperbanyak hasil gambar yang baik dibandingkan tanpastabilizer. Misalkan: Anda sedang mengambil foto lowlight dengan shutter speed yangrelatif lambat, tanpa stabilizer, mungkin hanya 5 dari 10 foto yang anda ambil layak untuk di cetak (kecuali anda bisa mematung dengan sempurna), sedangkan denganstabilizer, anda bisa mendapatkan 8 dari 10 foto yang anda ambil, layak untuk di cetak.Stabilizer tidak memberikan kepastian, namun memberikan kemungkin hasil yang baik lebih banyak. Dan juga saya mendengar bahwa lensa dengan stabilizer cenderungmembuat baterai kamera anda lebih boros (benar tidaknya saya belum bisa konfirmasi).Dan juga, sama seperti jenis elemen lensa, setiap produsen mempunyai nama sendiriuntuk stabilizer pada lensa ini. Nikon: VR (Vibration Reduction). Canon: IS (InternalShake-reduction atau Internal Stabilizer gak tau mana pastinya hehe). Leica: Mega O.I.S.(Optical Internal Stabilizer). Dll.

·         SUPERSONIC MOTOR
Lensa lensa generasi baru dilengkapi dengan motor supersonic, dimana lensa tersebutdapat focus lebih cepat, lebih “smooth”, dan lebih sunyi dibandingkan dengan lensa yangtidak mempunyai supersonic motor. Sampai dengan saat ini, Supersonic motor masihterus dikembangkan dan sepertinya akan menjadi sebuah “standard” pada sebuah lensa.

·         INTERNAL FOCUS
Lensa jenis ini mempunyai system IF (Internal Focus) dimana pada saat mencari focus,ukuran fisik sebuah lensa tidak memanjang atau memendek. Tidak semua lensamempunyai fitur seperti, namun saya sangat suka dengan fitur IF ini. Berhubung lensaanda tidak kelihatan maju mundur saat mencari focus (keren aja gitu), dan tidak takutkepentok benda apapun yang mungkin ada didepan lensa anda (siapa tau anda tidak sengaja atau gimana lah).Sekian dulu dari pada yang bisa saya berikan mengenai segi teori dan teknis sebuah lensaSLR, semoga dapat membantu rekan2 sekalian, khusus nya bagi para pemula untuk memahami lebih mendalam kebutuhan lensa anda.Bagi yang merasa ada yang salah, atau ada yang kurang, monggo silahkan dikoreksi atauditambahkan.

Referensi:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Terbaru

Artikel Populer

 

Design By: SkinCorner
Dari Dagangku.com, Jasa Video Shooting jakarta