Senin, 25 Februari 2013

Mengenali Pasangan Sebelum Pernikahan Melalui "Premarital Check Up"


Yakin sudah saling kenal? Ini adalah salah satu kampanye yang digulirkan sebuah laboratorium klinik untuk mengedukasi pasangan calon pengantin. Kampanye ini membawa pesan bahwa premarital check up penting dilakukan pasangan sebelum menikah. Tujuannya agar pasangan saling mengenal luar-dalam, dan melakukan antisipasi terutama untuk merencanakan kehamilan setelah menikah.


Mengenal pasangan melalui pemeriksaan kesehatan pranikah sebaiknya jangan dipandang sebagai kekhawatiran. Justru pemeriksaan kesehatan ini adalah tindakan pencegahan untuk mendeteksi kesehatan reproduksi dan genetika. Melalui pemeriksaan laboratorium (cek darah), Anda dan pasangan yang akan menikah bisa terbantu memastikan status kesehatan secara menyeluruh. Selanjutnya hasil lab ini akan menjadi rujukan pasangan saat nantinya merencanakan kehamilan, untuk dikonsultasikan kepada dokter kandungan.

"Sebaiknya pemeriksaan sebagai langkah antisipatif ini dilakukan enam bulan sebelum menikah. Jadi jika ditemukan masalah masih bisa diatasi, misalnya jika terinfeksi rubella masih bisa diberikan vaksin. Dengan begitu, program kehamilan bisa lebih terencana, karena empat bulan setelah vaksin, perempuan tidak boleh hamil. Pemeriksaan lab ini dirujuk ke dokter ahli, termasuk dalam memberikan terapi dan vaksin jika terinfeksi. Laboratorium hanya melakukan tes darah untuk memeriksakan kondisi fisik kedua mempelai secara umum," jelas Ampi Retnowardani, Marketing Communication Manager Prodia saat ditemui Kompas Female di pameran pernikahan di Senayan City, Jakarta, Jumat (25/3/2011) lalu.

Menurut Ampi, sejak 2010 pasangan calon pengantin semakin menyadari kebutuhan pemeriksaan kesehatan pranikah. Respons pasangan mengenai premarital check up juga makin positif. Maklum, sebelumnya banyak pasangan yang merasa takut memeriksakan diri sebelum menikah, karena khawatir dengan hasilnya. Padahal, lanjut Ampi, hasil lab justru membantu pasangan melakukan berbagai langkah antisipatif.

"Bukan lantas perbedaan golongan darah yang berdampak pada kehamilan membuat pasangan tak jadi menikah. Misalnya perempuannya memiliki golongan darah rhesus negatif dan suami positif, lantas batal menikah karena khawatir berdampak pada anak. Hal semacam ini bisa diatasi terapi. Justru karena tahu lebih dini pasangan bisa merencanakan kehamilan dengan mengonsultasikan hasil lab ke dokter ahli," jelasnya.

Golongan darah rhesus, TORCH, dan talasemia adalah sejumlah isu yang paling sering ditanyakan calon pengantin saat memeriksakan kesehatannya. Talasemia memang cenderung menjadi kekhawatiran karena berdampak pada anak. Masalah yang ditimbulkan dari talasemia pada pasangan memengaruhi tumbuh kembang anak.

"Anak mengalami perkembangan fisik yang lamban. Fisik anak berkembang tak sesuai dengan usianya. Hal semacam ini bisa dicegah dengan pemeriksaan dini untuk kemudian dikonsultasikan dengan dokter sebelum menjalani program kehamilan," tambah Ampi.

Tak memakan biaya tinggi untuk melakukan premarital check up. Anda bisa memangkas sejumlah biaya yang tak terlampau penting saat akan menikah, untuk kemudian dialokasikan pada pemeriksaan kesehatan kedua mempelai.

Biaya pemeriksaan kesehatan pranikah sekitar Rp 2,2 juta per pasangan. Pemeriksaan yang dilakukan untuk perempuan di antaranya hematologi rutin, gambaran darah tepi, analisis Hb HPLC, badan inklusi HbH, urin rutin, golongan darah A-B-O dan rhesus, glukosa puasa, HBsAg, VDRL/RPR, anti rubella IgG, anti toxoplasma IgG, anti CMV IgG. Sedangkan untuk pria pemeriksaannya sama kecuali anti rubella, anti toxoplasma dan anti CMV yang memang khusus untuk perempuan-
BACA SELENGKAPNYA.

Sumber : Suara rakyat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Terbaru

Artikel Populer

 

Design By: SkinCorner
Dari Dagangku.com, Jasa Video Shooting jakarta