Selasa, 26 Februari 2013

Mengenal Hantaran Pernikahan Adat Jawa


Acara pernikahan putri bungsu Sultan Hamengku Buwono X, cukup menarik simpatik kalayak umum. bukan hanya karena yang punya hajat ini adalah Keraton Yogyakarta, namun acara pernikahan ini juga menjadi momen budaya dan pariwisata yang sangat menarik.


Di tengah modernisasi yang semakin deras, di mana kalayak umum sudah tidak lagi memperhatikan adat dan budaya acara wedding, pernikahan GKR Bendara dan KPH Yudanegara bisa mengingatkan kembali bagaimana tatanan pernikahan adat Jawa yang benar dan agung. Salah satunya adalah tentang hantaran pernikahan atau seserahan.

Arti seserahan
Seserahan adalah simbol bahwa mempelai pria sanggup dan mampu untuk bertanggung jawab mencukupi kebutuhan hidup calon pengantin perempuan. Selain kebutuhan dasar, disisipkan juga barang atau makanan yang menjadi simbol keseriusan mempelai pria untuk mencintai dan setia pada calon pengantinnya.

Isi dan jumlah seserahan
Umumnya jumlah seserahan dan barang apa saja yang akan diberikan dalam seserahan adalah hasil kesepakatan kedua calon pengantin. Namun menurut adat yang ada, jumlah hantaran haruslah ganjil yaitu sejumlah 3, 5, 7 hingga tak terbatas jumlahnya asalkan dalam hitungan ganjil.

Untuk isi hantaran, walaupun diberikan oleh keluarga pria, namun dewasa ini calon mempelai wanita biasanya diajak untuk memilih barang seserahan. Hal ini dimaksudkan agar barang seserahan benar-benar bisa dipakai oleh pengantin wanita, sehingga tidak menumpuk saja karena tidak sesuai selera atau malah salah ukuran.

Berikut ini jenis seserahan beserta maknanya untuk kehidupan suami istri calon mempelai.

1. Seperangkat pakaian
Tidak hanya sekedar busana, namun pakaian di sini adalah dari ujung kepala sampai ujung kaki, meliputi jilbab (jika berjilbab), pakaian dalam, baju kerja, baju pesta, kebaya dan kain batik, baju tidur,tas hingga sepatu.

Arti: baik pengantin pria maupun wanita harus bisa menjaga rahasia dan kesakralan pernikahan mereka, tidak sembarang mengumbar masalah dan rahasia antara suami istri.

2. Perawatan tubuh dan make-up
Seserahan ini mencakup sabun, sampo, body scrub, masker, body lotion dan semua perangkat perawatan tubuh yang biasa digunakan oleh mempelai wanita.

Arti: mempelai pria menjamin bahwa dia bisa menjaga baik-baik penampilan istrinya dengan menyediakan seperangkat perawatan tubuh yang memadai serta make-up yang memadai.

3. Perhiasan logam mulia
Perhiasan bisa berupa cincin, kalung, liontin atau bahkan gelang untuk mempelai wanita. Jumlahnya tentu disesuaikan dengan kemampuan pengantin pria, dan biasanya diberi ciri khas sebagai simbol cinta keduanya.

Arti: calon mempelai wanita diharapkan akan selalu berusaha untuk tidak mengecewakan suaminya dan tetap bersinar indah seperti permata walaupun berbagai masalah hidup dan bertambahnya usia tidak bisa dihindari.

4. Makanan tradisional
Biasanya dipilih makanan yang basah dan lengket, seperti jenang, lemper, kue lapis dan sebagainya. Dengan alasan kepraktisan, kue-kue ini seringkali digantikan oleh aneka kue kering yang sebenarnya berbeda makna.

Arti: Kue yang lengket, yang biasanya terbuat dari beras ketan, adalah simbol harapan bahwa kedua pasangan akan selalu lengket sampai akhir hayat, dan silaturahmi kedua keluarga juga akan tetap baik hingga selamanya.

5. Buah-buahan
Selain kue, diserahkan juga aneka buah dan yang harus ada adalah pisang raja satu sisir.

Arti: Buah-buahan adalah simbol harapan agar pasangan yang menikah bisa menghasilkan buah limpah bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

6. Daun sirih
Daun sirih sepertinya memang bukan termasuk kebutuhan dasar mempelai wanita, namun daun ini menjadi simbol dari kesatuan hati, kesatuan tekad kedua pasangan di atas perbedaan yang ada-
BACA SELENGKAPNYA.

sumber : koran kedaulatan rakyat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Terbaru

Artikel Populer

 

Design By: SkinCorner
Dari Dagangku.com, Jasa Video Shooting jakarta