Minggu, 24 Februari 2013

mengatasi post-wedding blues


Pesta pernikahan baru saja usai, beragam ucapan 'Selamat menempuh hidup baru' dari keluarga, sahabat dan tamu undangan sudah diterima. Gaun pengantin pun kini telah tersimpan rapi didalam tempat khusus sebagai sebuah kenangan tak terlupakan. Dan kini sebuah kehidupan baru tengah menanti Anda dan pasangan.

Hal tersebut mungkin hanyalah bahwa perhelatan akbar sekali dalam seumur hidup (pesta pernikahan) telah usai. Namun, tidak sedikit pengatin baru mengalami perasaan hampa dan kehilangan yang disebut blues, pasca pernikahan. Anda salah satu yang mengalaminya?

Tenang, tidak panik! Perasaan dan kondisi seperti ini biasanya hanya terjadi sesaat, yaitu diawal-awal masa pengantin baru. Dengan berjalannya waktu dan hal-hal menyenangkan yang Anda dan pasangan lewati, perasaan tidak menentu itu juga akan hilang dengan sendirinya.

Dan untuk mengatasi post-wedding blues yang tengah Anda alami, kenali terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi dalam diri Anda.

Pahami dulu
Sebelum Anda mulai bertanya-tanya apakah menikah adalah kesalahan terbesar dalam hidup Anda, cobalah untuk memahami apa yang sedang terjadi. Semua perasaan yang tiba-tiba muncul setelah Anda resmi menyandang status sebagai istri dari suami Anda sekarang, hanyalah bentuk dari rasa kekhawatiran bahwa Anda kini sudah terikat dalam ikatan pernikahan dan tidak bisa sebebas dulu.

Anda telah menanti selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun demi sebuah impian untuk bisa segera membina kehidupan berumah tangga dengan cinta sejati Anda. Dan ternyata, hanya dalam hitungan menit, Anda sudah resmi menjadi seorang istri. Dan seketika pula Anda menyadari hal itu telah mengubah hidup Anda.

Menurut seorang ahli, Sophie Cadalen, seperti yang dikutip dari sofeminine, "Menikah seperti halnya mendapatkan hasil ujian. Anda menantikan momen tersebut berbulan-bulan lamanya, dan ketika sudah terjadi maka selesai sudah. Anda bahagia. Dan hal itu juga menjadi batu loncatan untuk menata kehidupan yang baru."

Berbagi
Saat Anda mengalami saat-saat tidak nyaman di dalam hati, sebaiknya ajak pasangan Anda untuk mendiskusikan hal itu. Ingat, pasangan bukan hanya sekedar pasangan hidup, tapi juga teman, kakak, sekaligus penasehat di kehidupan Anda saat ini.

Kalau hanya dipendam sendiri, justru akan menjadi permasalahan yang tak kunjung usai. Dan dengan membiarkan diri sendiri melalui, tanpa Anda pernah sadari bahwa sebenarnya Anda membutuhkan pertolongan, justru akan semakin memperparah keadaan.

Dan satu hal yang tidak boleh terlewatkan yakni acara berbulan madu. Entah dimana pilihan lokasi bulan madu Anda, mewah atau sederhana, mahal atau murah, yang penting jangan lewatkan momen indah tersebut.

Meskipun hanya dirumah, Anda masih tetap bisa menciptakan suasana penuh romantisme dengan "menyulap" kamar atau rumah Anda seindah mungkin, dan nikmatilah masa-masa terindah di awal pernikahan, hanya berdua.

Bangkit
Meskipun kini sudah berumah tangga, bukan berarti Anda terkekang. Anda masih bisa berkumpul dengan teman-teman se-genk, beraktivitas seperti biasa, bekerja atau ikut kursus. Yang terpenting, selama kegiatannya positif dan suami pun mendukung, semua akan berjalan baik-baik saja.
Kembalilah ke kehidupan normal Anda, sama seperti sebelum Anda menikah. Pada dasarnya tidak ada yang berubah, hanya status saja yang berubah, yang lainnya masih sama. Fokuskan pandangan kedepan untuk menata kehidupan di masa depan.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan hal-hal yang lebih penting, seperti belajar memasak, menata rumah baru, berbelanja keperluan dapur dan lainnya.

Ingat, Anda hidup untuk hari ini, esok dan seterusnya. Masa lalu biarlah menjadi kenangan. Dengan begitu, setiap detik yang sedang atau akan dilewati, menjadi jauh lebih berharga, ketimbang hanya meratapi sesuatu yang tidak bermanfaat-
BACA SELENGKAPNYA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Terbaru

Artikel Populer

 

Design By: SkinCorner
Dari Dagangku.com, Jasa Video Shooting jakarta